MENGENAL LYNN HILL: ROCK CLIMBER WANITA PALING LEGENDARIS DARI AMERIKA

Bahwa pencapaian terbesar manusia tidak diraih ketika ia berusaha untuk mengalahkan yang lain, namun ketika ia berfokus untuk mengalahkan dirinya sendiri.

Anton sujarwo

Artikel ini dikutip dari buku berjudul DEWI GUNUNG karya Anton Sujarwo. Berbagai tulisan lain  yang paling up to date dari Anton Sujarwo tentang petualangan, tentang mountaineering, dan lain sebagainya, dapat dibaca pula di website Akasaka Outdoor.

Persamaan Lynn Hill dan Catherine Destivelle

Setelah membahas Catherine Destivelle pada bab sebelumnya dan sekarang kita berbicara tentang Lynn Hill, maka kita akan menemukan beberapa kesamaan dalam catatan profil dan perjalanan legendaris dua pendaki gunung perempuan terkemuka dunia ini. Keduanya sama-sama besar dalam rock climbing, dalam sport climbing, sama-sama sering menjadi juara dalam kompetisi panjat tebing dunia pada masa-masa awal, dan pada satu titik, sama-sama pula menjadi figur perempuan tangguh di atas tebing-tebing yang terjal.

Akan tetapi persamaan yang paling menarik untuk saya soroti dalam penulisan tentang Lynn Hill dan Catherine Destivelle adalah bahwa mereka sama-sama kembali ke passion sejati mereka setelah malang melintang dalam kejuaraan sport climbing competition. Baik Lynn Hill mau pun Destivelle akhirnya sama-sama meninggalkan dunia sport climbing untuk kembali kepada apa yang menjadi sesuatu yang sangat mereka cintai.

Jika Destivelle kembali kepada dunia alpinis dan ekspedisi yang merupakan minat sejatinya, maka Lynn Hill pun kembali kepada rock climbing tradisional yang menjadi daya tariknya sejak awal. Dan yang paling menarik dari moment kembali kedua rock climber legendaris ini adalah pencapaian terbesar mereka, yang membuat nama mereka harum sepanjang masa. Dan saya masukkan pula dalam daftar utama buku ini prestasi yang mereka ukir setelah moment kembalinya tersebut.

Catherine Destivell & Lynn Hill – Rock and Ice Magazines

Seperti halnya Destivelle, Lynn Hill pun kemudian membuat pencapaian outstandingnya setelah ia melepaskan diri dari rutinitas dunia kompetisi rock climbing. Prestasi dimana Lynn Hill menjadi orang pertama di dunia yang berhasil membukukan pendakian di bawah 24 jam di The Nose itu tercipta setelah ia tidak lagi aktif dalam kompetisi rock climbing. Hal yang sama kemudian jika kita membaca kembali profil Catherine Destivelle yang berhasil memanjat Eiger North Face secara solo pada tahun 1992, itu juga dilakukannya setelah ia tidak lagi ikut dalam kompetisi rock climbing.

Apa pesan yang mungkin sedikit dapat kita ambil dari moment come back dua perempuan luar biasa ini?

Saya secara sederhana ingin mengatakan begini;

Bahwa pencapaian terbesar mereka dibuat setelah mereka tidak lagi berfokus untuk mengalahkan orang lain (dalam kompetisi rock climbing). Namun justru momentum terbaik mereka, mahakarya paling besar mereka dibuat ketika mereka lebih berfokus untuk mengalahkan diri mereka sendiri dalam dunia yang mereka pilih dan minati. Jadi dari sudut pandang ini, dapat kita tarik sedikit kesimpulan awal yang motivated, bahwa pencapaian terbesar manusia tidak diraih ketika ia berusaha untuk mengalahkan yang lain, namun ketika ia berfokus untuk mengalahkan dirinya sendiri.

Profil Lynn Hill

Description: lynn-hill-nose.jpg
Lynn Hill dalam salah satu moment pemanjatannya di The Nose, El Capitan- Sumber foto:Beth Rodden

Lynn Hill atau bernama lengkap Carolynn Marie Hill lahir pada 3 Januari 1961 di Detroit, Michigan, Amerika Serikat. Gadis cantik ini kemudian tumbuh dan berkembang di Fullerton, California. Lynn adalah puteri kelima dari tujuh bersaudara, ayahnya adalah seorang insinyur antariksa, sementara ibunya adalah seorang pekerja di bagian kesehatan gigi. Dapat dikatakan bahwa bakat memanjat Lynn Hill sudah ada sejak kecil, ia dilukiskan sebagai anak yang tidak bisa diam, ia memanjat apa pun yang ia bisa panjat, dari tangga, perabotan, pintu, sampai tiang-tiang lampu lalu lintas.

Saat usianya masih kecil, Carolynn sudah tertarik dengan olahraga. Ia aktif belajar senam dan termasuk salah satu yang terbaik di wilayahnya. Selain senam, Lynn juga pernah berkecimpung dalam aktivitas angkat berat. Namun hasrat terbesarnya memang ada dalam panjat memanjat. Perkenalan Lynn Hill dengan dunia rock climbing terjadi ketika usianya mencapai 14 tahun (1975) dimana saat itu ia diajak oleh tunangan kakaknya untuk mencoba rock climbing di wilayah selatan California. Hari pertama saat Lynn Hill memanjat tebing, adalah hari ia menampakkan talentanya yang luar biasa di atas tebing dan batu-batu.

Yang membedakan Lynn Hill dengan atlit dan tokoh rock climbing lain mungkin adalah kepekaannya terhadap kesetaraan gender antara laki-laki dan wanita, bahkan kepekaan ini telah terbina sejak ia masih kecil. Lynn yang masih remaja suatu kali sempat mempertanyakan mengapa ada perbedaan yang mencolok antara perempuan dan laki-laki terkait dengan tugas dan tanggung jawab mereka. Ketika laki-laki hanya mempunyai tanggung jawab mingguan yang harus dilakukan, mengapa wanita harus mengerjakan tugas harian yang juga harus mereka kerjakan? Mengapa itu berbeda, apa yang membedakannya?

Segera setelah mengenal rock climbing, Lynn Hill tidak menjadikan kegiatan ini sebagai passionnya semata, namun juga tempat ia melampiaskan emosinya atas perceraian kedua orang tuanya. Dengan talenta dan kemampuan yang ia miliki, Lynn kemudian mulai menggeluti dunia panjat tebing secara lebih serius. Usia 16 tahun ia mulai memasuki Lembah Yosemite yang merupakan pusatnya para pemanjat tebing di Amerika Serikat. Di sana untuk yang pertama kalinya, Lynn menyelesaikan rute dengan grade 5.11 bersama dengan pacar pertamanya yang bernama Charlie Row.

Jiwa Pemberontak dan Emansipasi Lynn Hill

Source – Pinterest

Masa remaja Lynn Hill sudah diisi dengan kegiatan rock climbing di Joshua Tree National Park, sebelah selatan California. Pada masa-masa itu pula Lynn Hill mulai hidup mandiri untuk membiayai minat climbingnya dengan bekerja sebagai seorang pegawai di jaringan restoran Carl’s JR. Kemampuan dan talenta Lynn berkembang dengan cepat, secepat pikiran remajanya terpengaruh oleh berbagai tulisan karya pemanjat tebing lain seperti Yvon Chouinard811.1 atau pun Beverly Johnson.

Tulisan Chouinard tentang pemanjatan leaving no trace sangat membekas dalam benak Lynn, prinsip itu membekas dalam prilakunya. Namun bagaimana pun juga, aksi Beverly Johson811.2 adalah yang paling menarik dan menginpirasi baginya. Pemanjatan 10 hari secara solo yang dilakukan oleh Johnson di Dihedral Wall, El Capitan, benar-benar menjadi sebuah perenungan besar seorang Lynn Hill.

Dalam bukunya Lynn Hill mendefinisikan pengaruh Beverly Johnson pada dirinya sebagai berikut;

“Saya terpesona padanya, namun tidak hanya karena pengetahuan dan kerja keras yang ia lakukan dalam pendakiannya. Namun juga atas keberanian dan percaya diri yang menempatkan dirinya pada garis pendakian, untuk melakukan sesuatu yang benar-benar berbahaya, untuk memanjat salah satu tebing terbesar di dunia dengan cara yang paling menantang dilakukan; yakni secara solo. Dia telah berhasil, dan dia juga telah memberi pemanjat tebing perempuan seperti saya kepercayaan diri yang besar untuk menjadi diri kita sendiri dan tidak merasa terbatas dengan menjadi minoritas dalam sebuah aktivitas olahraga yang didominasi oleh laki-laki…”

Beverly Johnson telah menjadi figur rock climber pertama di Amerika yang nampaknya mampu menjembatani antara kultur pendakian laki-laki dan perempuan. Ini pula yang kemudian diikuti oleh Lynn Hill, ia diterima dalam berbagai komunitas rock climbing yang didominasi oleh para pria. Gaya kehidupan layaknya gipsy hanya untuk bisa terus memanjat dan merasa merdeka, membuat Carolynn Hill menghabiskan masa remaja hingga menjelang dewasanya di tengah komunitas para pemanjat tebing Camp 4 di Lembah Yosemite.

Persahabatan Lynn Hill dengan John Long

Description: JohnLong_web.jpg
Stone Masters dan komunitas Rock Climber Pioner Amerika yang ikut membentuk kepribadian Lynn Hill – Lynn Hill Climbing

Sekolah nampaknya bukan benar-benar hal yang diminati oleh Lynn Hill, fokusnya lebih banyak tercurah pada dinding batu dan gaya mendakinya. Ia pernah bersekolah di Fullerton College, namun tidak ada satu pun bidang akademis yang menarik baginya. Meskipun sekolahnya tidak begitu dijalani dengan serius, namun pendidikan karakter justru diperoleh oleh Lynn Hill dalam pergaulannya bersama para rock climber lainnya.

Di Camp 4 ia pernah bergabung menjadi tim SAR, dan ia juga bergaul dalam lingkungan rock climber legendaris Amerika seperti Mari Gingery dan menyelesaikan pendakian The Shield di El Capitan dalam waktu 6 hari. Pendakian ini adalah untuk kali pertamanya The Shield dipanjat oleh tim yang semuanya adalah perempuan.

Di antara partner dan rekan mendaki Lynn Hill, dapat dikatakan bahwa John Long adalah yang paling dekat. Perkenalan keduanya terjadi ketika Lynn Hill mendengar puisi yang dibacakan Long tentang rock climber perempuan, yang kontennya merupakan sesuatu yang ingin ia dengar. John Long dan Lynn Hill akhirnya bersahabat dengan erat, mereka melakukan petualangan bersama, berbagi filosofi bersama beberapa tahun lamanya.

Dua sahabat ini kemudian berpisah ketika Lynn Hill pindah ke New York dan melanjutkan sekolahnya di State University of New York at New Paltz, sementara John Long berangkat ke Borneo dalam ekspedisinya sebagai seorang penulis. Meskipun tidak begitu tertarik dengan bidang akademis, tahun 1985 Carolynn Hill pada akhirnya tampil menjadi sarjana di State University of New York at New Paltz.

John Long menjadi bagian penting klub rock climbing Stonemasters dan menjadi salah satu partner dekat Lynn Hill dalam memanjat tebing. – Sumber foto: Lynnhillclimbing

Kompetisi dan Karir Rock Climbing Lynn Hill

Lynn Hill saat bertanding di Sport Roccia – Planetmountain.com

Lynn Hill masuk ke dunia kompetisi rock climbing dan memenangkan banyak kejuaraan. Ia memiliki prestasi yang mencolok dengan seringkali tampil menjadi perempuan pertama yang berhasil memanjat sebuah tebing sebagai yang pertamakalinya dilakukan oleh rock climber wanita. Ia misalnya adalah perempuan pertama yang berhasil memanjat Ophir Broke di Colorado yang memiliki rating 5.12d, itu adalah untuk yang pertamakalinya rute  dengan grade sesulit itu berhasil diselesaikan oleh seorang wanita.

Kemampuan memanjat dan merayapi tebing Lynn Hill semakin diakui. Di Shawangunks, Lynn Hill bahkan banyak sekali membuat berbagi rute first ascent dengan kesulitan yang tinggi. Ia misalnya menciptakan rute Yellow Crack dengan grade 5.12c, atau Vandals dengan grade 5.13a. Nama Lynn Hill mulai diakui sebagai salah satu rock climber hebat pada masa itu, bahkan Kevin Bein yang merupakan seorang legenda rock climber di Shawangunk menyebut Lynn Hill sebagai The best climber in the Gunks.

Tahun 1986 untuk yang pertamakalinya Lynn Hill datang ke Perancis dan memanjat tebing di sana. Prestasinya yang mengesankan di Shawangunks telah membuat French Alpine Club mengundangnya untuk datang ke Paris dan ikut dalam perlombaan Sportroccia dan bertemu dengan Catherine Destivelle. Meskipun untuk tahun itu ia kalah dengan Destivelle, namun Lynn Hill belajar banyak dan sekali lagi, sebuah aturan membingungkan dari dewan juri membuatnya merasa diskriminasi antara pendaki wanita dan pendaki gunung pria sangat kentara. Tahun selanjutnya saat kembali mengikuti event Sportroccia, Lynn Hill ganti mengalahkan Catherine Destivelle dan menjuarai perlombaan.

Description: 386d3a7206523096de2e1fc38b412976.jpg
Lynn Hill di rute The Nose, El Capitan. Tebing ini juga yang menjadi momentum pencapain besar Lynn Hill – Sumber foto: Pinterest

Dari tahun 1986 hingga tahun 1992, Lynn Hill setidaknya memenangkan hampir 30 kompetisi rock climbing. Bahkan pada tahun 1990 di mana ia berhasil masuk final, ia adalah satu-satunya pemanjat tebing yang berhasil mencapai puncak dinding, baik rock climber wanita atau pria tidak ada  yang dapat mengalahkan Lynn Hill pada saat itu. Pada tahun yang sama, Lynn juga berhasil menyelesaikan pemanjatan Critique di Cimai, di Perancis, dengan grade 5.14 yang dianggap sebagai rute paling sulit yang berhasil dilalui oleh seorang rock climber wanita pada saat itu.

Keberhasilan Lynn Hill di Critique di Cimai juga berhasil menjawab tantangan Jean Baptiste Tribout yang menganggap bahwa jalur buatannya itu tidak akan bisa dilalui oleh seorang wanita. Lynn Hill membungkam tantangan Tribout dengan hasil yang jauh lebih baik dari Tribout sendiri.

Mahakarya Lynn Hill di The Nose

Lynn Hill di Yosemite Valley – The Coloradoan

Bagaimana pun juga, prestasi paling spektakuler yang dibuat oleh Lynn Hill adalah di rute The Nose, El Capitan. Tebing dengan grade 5.13b tersebut adalah sebuah rute yang sangat luar biasa untuk bisa ditaklukkan. Kembalinya Lynn Hill ke Yosemite kemudian menargetkan pendakian The Nose adalah buah dari perenungan dan pemikirannya tentang sport climbing yang sudah tidak menarik. Dalam pandangan Hill, sport climbing dan kompetisi rock climbing tidak lagi memiliki nilai-nilai pendakian tebing yang sejati, konpetisi itu pada kenyataannya semakin jauh meninggalkan ruhnya sebagai sebuah rock climbing yang penuh nilai filosofis yang murni.

Dengan gaya free climbing811.3, Lynn Hill pertamakali mencoba rute The Nose pada tahun 1989 bersama dengan Simon Nadin, seorang rock climber yang ia kenal saat kompetisi piala dunia. Meskipun sama-sama memiliki basic rock climbing tradisional, upaya Lynn dan Nadin yang pertama ini berakhir dengan kegagalan.

Empat tahun kemudian, Lynn Hill kembali mengulang percobaannya di The Nose. Kali ini berpartner dengan Brooke Sandahl, dan mereka berhasil. Prestasi ini menempatkan Lynn Hill sebagai orang pertama untuk kategori pria dan wanita yang berhasil memanjat The Nose dengan teknik free climbing.

Pencapaian monumental dan terbesar Lynn Hill kemudian terjadi pada tahun 1994, satu tahun setelah ia dan Brooke Sandahl menyelesaikan rute The Nose. Tahun itu, Lynn menyelesaikan pemanjatan di The Nose dalam waktu kurang dari 24 jam. Sementara waktu umumnya yang diperlukan setiap rock climber yang memanjat dinding ini adalah 4 hari sampai 6 hari. Pencapaian ini benar-benar membuat nama Lynn Hill melambung, sekaligus juga ia berhasil membuktikan bahwa di atas tebing, wanita bisa sama kuat atau bahkan lebih baik dari para pria.

Keberhasilannya di The Nose juga menjadi jawaban dari motivasinya meninggalkan sport climbing dan kembali pada tradisional climbing yang menjadi passion sejati dari  Lynn Hill. The Nose dan pencapaian Lynn Hill dalam waktu kurang dari 24 jam dengan teknik free climbing adalah mahakarya rock climber wanita yang abadi sepanjang sejarah. Kesuksesan Lynn Hill ini tidak saja menjadi tonggak kebanggaan bagi dirinya sendiri, namun lebih daripada itu, pencapaiannya di The Nose juga menjadi sebuah bukti paling besar bagi seluruh aktivis rock climbing wanita untuk bisa menyamai kemampuan para pria di atas tebing-tebing.

The Nose dan pemanjatan Lynn Hill dibawah 24 jam di atasnya adalah pesan paling kuat yang dihembuskan oleh rock climber wanita dengan perawakan mungil kepada dunia, tentang ketangguhan dan kompetensi sesungguhnya dari seorang wanita.

Rekor free climbing Lynn Hill dengan waktu dibawah 24 jam di The Nose bertahan lebih dari 10 tahun lamanya. Meskipun banyak pendaki ternama berusaha untuk mengikuti jejak Lynn di rute ini. Second free ascent di The Nose baru terjadi pada tahun 1998 ketika Scott Burke berhasil mencapai puncak tebing setelah 261 hari percobaan yang melelahkan.

Pencapaian dan Warisan811.4

Lynn Hill banyak sekali membuat pemanjatan signifikan sepanjang karirnya dalam dunia rock climbing. Berikut adalah beberapa yang paling populer, baik dalam kompetisi mau pun dalam tradisional rock climbing.

Kompetisi811.5:

Patrick Edlinger, sang maestro rock climbing dari Perancis sempat pula berkompetisi bersama Lynn Hill
  • 1986, memenangkan Grand-Prix d’Escalade di Troubat.
  • 1987, Rock Master di Arco, Italia, menang.
  • 1987, World Indoor Rock Climbing Premier, di Grenoble, Perancis, menang.
  • 1988, Rock Master di Arco, Italia, menang.
  • 1988, International Climbing competition, bertempat di Marseille, Perancis, menang.
  • 1988, Masters Competition, di Paris, Perancis, menang.
  • 1989, Rock Master lagi di Arco, Italia dan menang lagi.
  • 1989, Masters Competition, di Paris, Perancis.
  • 1989, German Free Climbing Championships, menang.
  • 1989, International Climbing competition, menang.
  • 1989, World Cup bertempat di Lyon, menang.
  • 1990, Rock Master di Arco, Italia, menang.
  • 1990, World Cup di Lyon, Perancis, menang lagi.
  • 1990, International Climbing Competition, menang lagi.
  • 1992, Rock Master di Arco, Italia, dan menang kembali.

Tradisional Rock Climbing

Lynn Hill saat memanjat di Shawanghunk – Rock and Snow Blog

1979

  • First female ascent dan first free ascent grade 5.12d di rute Ophir Broke II, Telluride, Colorado, bersama John Long.
  • First female ascent dan first free ascent grade 5.12d di Pea Brain Route, Independence Pass, Colorado, bersama dengan John Long.
  • First free ascent rute Stairway to Heaven III bersama dengan John Long dan Tim Powell di Tahquitz Peak, California.

1980 : First free ascent rute Coatamundi Whiteout II di Granite Mountain, Arizona, bersama dengan John Long dan Keith Cunning.

1981

  • First free ascent di Hidden Arch Route di Joshua Tree, California.
  • First free ascent di rute Levitation 29 IV bersama dengan John Long, Jorge dan Joanne Urioste di Red Rock, Nevada.

1982 : First free ascent rute Blue Nubian di Joshua Tree, California.

1984

  • Fisrt free ascent rute Yellow Crack di Shawangunk.
  • First ascent rute Vandals di Shawangunk.
  • First ascent Organic Iron Route di Shawangunk. Kemudian tahun 1985 rute ini di-repeat kembali oleh Lynn Hill bersama Russ Raffa dengan catatan first free ascent.

1987 : First free ascent di rute Girl Just Want to Have Fun di Shawangunk.

1988 : First free ascent di rute The Greatest Show on Earth, New River Gorge, West Virginia.

1989 : First free ascent di rute Running Man, Shawangunk.

1990 : Perempuan pertama  yang mencapai grade 5.14 di rute Masse Critique, Cimaí, Perancis.

1992 : Perempuan pertama yang menyelesaikan pemanjatan di rute Simon, Frankenjura, Jerman.

1993: First free climb di The Nose Route, El Capitan, Yosemite, bersama dengan Brooke Sandahl.

1994

  • First free ascent Mingus V Route di Verdon Gorge, Perancis.
  • First free ascent di The Nose, El Capitan (pencapaian Lynn Hill paling monumental)

1995

Alex Lowe pernah pula bermitra dalam ekspedisi dengan Lynn Hill – Powder Magazines
  • First ascent rute Clodhopper Direct IV bersama Greg Child di Central Pyramid,Kyrgyztan.
  • First free ascent rute Perestroika Crack V di Peak Slesova, Kyrgystan, bersama dengan Greg Child.
  • First free ascent rute West Face V di Peak 4810, Kyrgystan, bersama dengan Alex Lowe.
  • 1997: First ascent di route Tete de Chou di Todra Gorge, Maroko.

1998

  • First female ascent di Midnight Lightning Route di Camp 4, Yosemite.
  • First female ascent di rute King Cobra, masih Camp 4, Yosemite. 
  • First female ascent di rute To Bolt or Not to Be di Smith Rocks, Oregon.

1999

  • First female ascent di Scarface Route, Smith Rocks, Oregon.
  • First ascent Bravo les Filles Route, Tsaranoro Massif, Madagaskar, bersama dengan Beth Rodden, Nancy Feagin, dan Kath Pyke.

2004

  • First ascent di Viva la Liberdad, Vinales, Kuba.
  • First female ascent di Sprayathon Route, Rifle, Colorado.

2005 : First female free ascent di West Face, Leaning Tower, Yosemite, bersama dengan Katie Brown.

Penghargaan dan Buku:

  • American Alpine Club Underhill Award tahun 1984
  • Biografi Climbing Free: My Life in the Vertical World yang ditulisnnya bersama Greg Child.

Footnote:

  • Yvon Chouinard adalah pemanjat tebing pionir dari Amerika Serikat, terkenal dengan pioneeringnya di Lembah Yosemite dan filantropisnya di Range Patagonia. Ia juga merupakan pemiliki brand outdoor Patagonia.
  • Profil Beverly Johnson dapat dilihat kembali pada bab Dewi-Dewi Pendaki Gunung; Periode Kedua dalam buku ini.
  • Free climbing adalah salah satu teknik rock climbing dengan menggunakan peralatan hanya sebagai keamanan untuk mencegah jatuh. Dalam teknik ini peralatan tidak dibenarkan digunakan untuk membantu naik.
  • Bersumber tunggal pada biografi Lynn Hill di Wikipedia
  • Menang dalam perlombaan ini maksudnya adalah juara pertama, bukan juara kedua, ketiga dan sebagainya.

Tulisan lain dari Anton Sujarwo dengan tema yang berbeda dapat dibaca pula di beberapa website berikut ini;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: